Kamis, 20 Oktober 2011

Rabu

Masih rabu yang sama
Ketika jemarimu menulis kata dengan sungguh
Kutatap lekat-lekat wajahmu
Karena kutahu
satu kedipan saja
Kan membuatmu lenyap untuk selamanya

Masih rabu yang sama
Ketika ruangan ini menjadi saksi saling berbagi
Kutatap penuh basah
Derit spidol yang bercerita segalanya

Bukan salahmu atau salahnya
Hanya aku yang terlampau lemah

Mushola Jaya, 191011:1635

Tidak ada komentar:

Posting Komentar