Jumat, 05 Juni 2009

malam esok

lelah takkan menyangka
jika ternyata malam
masih mau tersenyum untuknya
berharap
semua kanjadi lebih indah
meskipun esok masih tanda tanya
lelah
kembali tersenyumlah

Kamis, 04 Juni 2009

Leh...
Masihkah kau ingat?
janjimu di etras kamarku?
Sampai ku membisu
dalam pelukanmu
Aku masih menunggumu Leh..
menunggu dengan rasa sakitku

Leh...
masihkah kau kenang?
bagaimana kita bertemu
lalu...
rasa sayang itu kau katakan padaku
aku masih menyayangimu Leh...
dengan sisa-sisa air mataku
sungguh Leh

Leh...
Masihkah kau ingat semua itu?

mata

Pancaran mata itu,
Masih kunikmati teril ini
Mata yang tak pernah beramarah
Mata sayu nan teduh
mata yang selalu bersahabat
Mata Damai
yang selalu bercahaya
Mata itu terpaut sempurna
Menyatu dengan hangat wajahmu
membuatku,
tak pernah mampu
melupakanmu
Menatapmu
karena matamu begitu teduh

Kamis, 28 Mei 2009

Batas (untuk Hati yang Sederhana)

Mungkin kasihku
memang tak sampai menyentuh
di tingkat kepahaman relung hatimu
aku hanya bertahan
Pada asa yang tak kutahu
Sampai mana batas kemampuanku
Bukankah...
kita bermakna?
jika kasih yang tak sampai
masih berada di ujung
batas kesetiaan
Untuk menanti...
walaupun semuanya serba tak pasti...

gerimis

Rerintik hujan gerimis...
rebdalah asa kasih sayang
seindah pelangi kala mewangi

Rerintik hujan gerimis...
biarkan jatuhanmu mengalir
membasahi kerongkongan kering
yang redup, mengatup

Biarkan reruntuhanmu mengalir
mennerjangi serpihan rindu
yang menggelembung
merintih, perih

awan mendung...
gelapmu seperti kelabu
terus sayu tak nampak sinarmu
aLetihku semakin menutupimu
dengan sejuta kisah yang tak sampai
merenda hujan yang runtuh
mengalir kering
seiring hembus angin semilir

Selasa, 26 Mei 2009

Malam
Gerimis malam ini
semoga menjadi penyejuk naluri
ku kirimkan selimut kasih
agar hatimu yang jengah
Tak lagi merasa gelisah
Ku tahu apa yang kau rasa
walaupun engkau belum sempat membaginya