sempat ku bertanya,
pada setitik nila
dimanakah ia?
ku cari mulai terbit pagi,
hingga malam mengisi
tak jua ku menemukannya
aku tlah lelah
mengisi lumbung yang kian lama
kian dalam saja
aku tlah letih
trus menangis sambil berlari
mengisi hari
akhirnya ku menyimpanmu dalam hati
andai suatu saat kau kembali
walau itu takkan pernah terjadi
merindukanmu menjadi bagian
paling menyakitkan untukku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar